Solusi kemacetan dengan Congestion Charging

15 09 2009

motoring-graphics-2_834327aKemacetan lalu lintas merupakan masalah transportasi yang dialami hampir semua kota besar di dunia, termasuk Jakarta. Di ibukota Republik Indonesia ini, pemerintah setempat telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatasi kemacetan. Dua di antaranya dalah kebijakan Kawasan Pembatasan Penumpang (KPP) alias 3 in 1 dan pembangunan busway.

Di sejumlah negara lain, selama ini sudah diterapkan sebuah kebijakan transportasi lain bernama “Congestion Charging” (pajak kemacetan). Kota-kota yang telah menerapkannya adalah London, Trondheim, Durham dan beberapa kota lainnya.

London
Saat ini, pergerakan lalu lintas di pusat dan lingkar dalam London memang sangat terhambat akibat kemacetan yang sudah mencapai kecepatan rata-rata di bawah 3 mil per jam. Karena itu, kebijakan “Congestion Charging” pun dicetuskan oleh Walikota London, Living Stone. Tujuannya adalah untuk menciptakan system transportasi kelas dunia yang dapat meningkatkan efesiensi sektor bisnis, mendukung kemakmuran ekonomi yang lebih luas dan memperbaiki kualitas kehidupan penduduk London dan pendatang.

Congestion charging juga bertujuan mendorong masyarakat untuk berpikir kembali tentang penggunaan kendaraan mereka di pusat kota London dan memilih alternative transportasi lain. Pengemudi mobil yang masih ingin melakukan perjalanan memasuki atau melewati pusat kota London akan dikenai biaya/pajak.

Strategi tranportasi ini diharapkan dapat:

  • mengurangi kemacetan lalu lintas;
  • mengatasi timbunan investasi pada transportasi bawah tanah;
  • membuat perbaikan radikal ke pelayanan bus di London;
  • membuat sistem integrasi Angkutan Kereta Api Nasional dengan Sistem Transportasi
    London lainnya lebih baik;
  • meningkatkan kapasitas Sistem Transportasi London secara keseluruhan.
  • memperbaiki lama waktu perjalanan yang lebih masuk akal bagi pengguna
    mobil;
  • membuat distribusi barang dan jasa di London lebih andal, berkesinambungan
    dan efesien, dan
  • memperbaiki aksesibilitas sistem transportasi London.

Pemungutan pajak/biaya diberlakukan dari jam 7 pagi sampai jam 6.30 sore dari hari Senin hingga Jumat kecuali libur umum. Batas zona berbayar ini adalah hingga jalan lingkar dalam. Jadi kendaraan yang melintasi jalan lingkar dalam ini tidak dikenakan biaya.

Semua kendaraan yang melalui zona berbayar harus membayar £ 5. Namun ada juga yang dibebaskan dari bayaran, seperti seperti taksi, minicabs terdaftar, layanan darurat, pemegang lencana biru/oranye, dan kendaraan dengan tenaga alternatif. Sementara kendaraan milik penghuni di dalam zona tersebut mendapat potongan harga.

Pembayaran dapat dilakukan melalui telepon, pesan tertulis, pos, internet atau langsung di tempat layanan. Pengendara dapat membeli tiket langganan harian, mingguan atau bulanan. Kendaraan yang melewati zona berbayar ini akan dimonitor oleh kamera khusus yang merekam plat mobil-mobil yang lewat.

Semua uang yang terkumpul dari congestion charging akan diinvestasikan kepada sistem transportasi kota London yang kemudian digunakan untuk membiayai dan meningkatkan fasilitas transportasi London.

Trondheim
Para pengendara di Trondheim – salah satu kota di Norwegia – telah menerapkan sistem yang serupa selama 10 tahun. Mereka membayar lebih murah dari London, yakni 15 kroner atau $1.60 (di London, £5 = $7). Sementara truk membayar dua kali lipat dibandingkan mobil.

Sistem ini bertujuan agar lalu lintas padat tidak perlu melalui pusat kota. Sebagian perolehan uang dari sistem ini digunakan untuk meningkatkan transportasi umum kota. Beberapa proyek lingkungan di daerah tersebut juga mendapat bantuan dari pemasukan tol.

Lebih dari 20 pintu tol dibangun, dan semua jalan masuk menuju kota ditutup sehingga mustahil bagi pengendara mobil untuk masuk secara gratis. Sejumlah masyarakat keberatan dengan sistem tol ini. Mereka merasa sudah terbebani pajak yang berat, sehingga biaya ekstra tersebut tidak dapat dibenarkan.

Namun kebanyakan pengendara justru merasa senang membayar untuk menghindari kepadatan lalu lintas di pusat kota. Setelah 10 tahun, sebagian besar pengendara di dalam dan sekitar Trondheim tidak lagi berpikir dua kali mengenai sistem tol tersebut.

Sistem ini juga didesain dengan baik sehingga mudah digunakan. Yang harus dilakukan pengendara hanya menaruh sebuah alat dari plastik di kaca depan mobilnya. Alat ini berkomunikasi dengan pintu tol saat mobil melaluinya, dan uang di rekening si pengendara akan berkurang sesuai tarif yang berlaku.

Sistem tol Trondheim ini dijadwalkan untuk dicabut tahun 2005, bersamaan dengan tujuan awal dari pembangunan dan peningkatan jalanan lingkar kota terselesaikan dan terlunasi.

Durham
Durham – kota katedral bertembok – adalah kota pertama di Inggris yang menerapkan tol bagi pengendara. Skema tol £2 di Durham akan lebih terbatas dibandingkan yang diperkenalkan di London. Namun penerapan tersebut merupakan bukti bahwa Durham sangat menghargai ketenangan jalan-jalan berbatunya dan sekolah-sekolah bernuansa biara.

Alistair Darling, Pejabat Daerah untuk transportasi, menyetujui rencana untuk menarik biaya dari pengendara sebesar £2 setiap kali mereka keluar dari sebuah daerah, termasuk kastil kota dan katedral. Katedral terpilih sebagai bangunan paling dicintai di Inggris berdasarkan sebuah survey arsitektur nasional. Hampir 3.000 pengendara perhari menggunakan jalan satu-satunya menuju bagian historis kota, dekat putaran sungai Wear, tempat katedral berdiri. Jalan tersebut juga menuju perumahan, tempat usaha, sebagian dari Durham University dan the Chorister School, di mana Tony Blair pernah menjadi murid.

Jalan yang sama, Saddler Street, yang hanya cukup untuk satu mobil, juga digunakan oleh 13.000 pejalan kaki tiap harinya. Jumlah ini akan meningkat hingga 17.000 pada hari Sabtu. Pihak Dewan menyatakan interaksi antara pejalan kaki dan pengendara menimbulkan masalah keamanan.

Sebuah tonggak yang menjulang, yang memang sudah ada sebelumnya, dihubungkan ke sebuah mesin tiket dan akan mengatur keseluruhan prosedur. Mesin tersebut dimonitor oleh kamera-kamera CCTV (Closed Circuit Television) yang dihubungkan ke sebuah sistem interkom.

Pengecualian (bebas dari biaya) berlaku bagi penghuni dan pengunjung penghuni, sepeda, dan pengendara yang cacat. Bagi pengendara yang tidak membayar atau tidak bisa menunjukkan kartu pengecualian, akan dikenakan biaya tambahan £30.

Edinburgh
Untuk mengatasi kemacetan di Edinburgh, para pengendara yang melintasi pusat ibukota Skotlandia ini dikenai biaya £2 perhari. Dewan kota menyatakan bahwa gerakan tersebut dapat meningkatkan investasi transportasi publik £50 juta pertahun.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat lalu lintas di pusat kota hingga 15%. Sebanyak 250.000 questionaire disebarkan kepada mereka yang berada di daerah Lothian an Borders. Skema yang diajukan tersebut memasang batas-batas di bypass kota dan usat kota.

Para pengendara akan dikenai biaya £2 per hari bila mereka melalui salah satu batas antara jam 07.00 dan 19.00 waktu setempat. Kamera-kamera akan dipasang pada batas-batas tersebut dan akan membaca nomor plat mobil. Biaya akan ditagih pada kartu kredit atau pada toko-toko dan bengkel-bengkel.

Nottingham
Nottingham juga mengikuti jejak London dalam penerapan congestion charging. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menempatkan pintu tol di titik masuk utama ke dalam kota.

Nottingham sudah memiliki rencana untuk menarik biaya lebih besar hingga ratusan pounds dari perusahaan-perusahaan untuk setiap tempat parkir yang mereka gunakan, tapi hal ini ditentang secara serius oleh kalangan dunia usaha. Kini, sebuah kelompok independen dengan dukungan dewan kota dan dunia usaha sedang mengusahakan alternatif untuk masalah tempat kerja dengan congestion charges atau tol.

John Dowson dari Kamar Dagang Nottinghamshire menyatakan bahwa pasti ada cara yang lebih tepat untuk mengurangi kemacetan.

Mereka yang mendukung proposal menyadari akan adanya potensi penolakan bagi rencana tol.

Gary Smerdon-White dari Kemitraan Transportasi Nottingham dan Sekitarnya menyatakan bahwa mereka tidak mau menyebabkan kerugian lebih besar bagi kota dibandingkan keuntungannya.

Pemain besar seperti Boots dan Imperial Tobacco sudah menentang rencana penarikan biaya sewa parkir di tempat kerja, tapi ada kemungkinan bahwa congestion charges, yang berakibat bagi seluruh pengendara, juga akan menjadi kebijakan yang tidak populer. Beberapa firma bahkan menyatakan bahwa proposal tersebut dapat menghalangi bisnis ke Nottingham dan membuat yang lainnya pergi.

Duncan McMeeking dari Kelompok Tekxtil Nottingham menyatakan bahwa dengan penetapan ekstra biaya berarti lapangan kerja harus dikurangi.

Electronic road pricing

Penarikan biaya jalan elektronik juga digunakan di jalan tol Perancis dan Amerika Serikat. Namun, kontroversi tentang penarikan biaya jalan terus berkobar.

Usaha-usaha untuk menerapkan “biaya kemacetan” di Minneapolis dan Portland di Amerika juga ditolak, sedangkan di Belanda inisiatif-inisiatif seputar “biaya jalanan” juga menemui tentangan serius dari pejabat-pejabat lokal dan klub-klub otomotif. Sementara itu, dewan-dewan kota seperti Leeds, Birmingham, Bristol, Cambridge, Chester, Reading, Milton Keynes dan Derbyshire telah merencanakan kebijaksanaan untuk menarik biaya.

Kota-kota lain di Inggris menyatakan bahwa mereka “memperhatikan perkembangan secara serius” dan dapat mengikuti jejak London bila skema tersebut sukses dalam mengurangi jumlah pemakaian mobil dan meningkatkan pemasukkan.

Bercermin dari pengalaman negara-negara yang disebutkan di atas, mungkinkah?

sumber : cybermap


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: