Terjun di Baturaden? Uh, takut…

18 04 2009

terjunPurwokerto, tempat dimana terletak kampus Universitas Jenderal Soedirman, meskipun tidak kuliah disana, tapi acapkali saya memanfaatkan fasilitasnya, he…3x. Purwokerto memiliki beberapa objek wisata, namun yang paling sering dan ramai dikunjungi wisatawan ialah objek wisata Baturaden. Sebuah wisata alam yang menyuguhkan hawa pegunungan yang sejuk dan udara bersih serta pemandangan yang indah. Tapi entah kenapa ya sekarang ini Baturaden tidak menjadi lebih baik dari sebelumnya? Kebun binatang yang dulu dikelola dengan baik, menjadi tidak terawat, beberapa tempat tertentu di dalam objek wisata pun seperti tak pernah tersentuh perawatan, so pathetic…

Pertama kali ke Baturaden, saat itu saya baru berusia lima tahun, sangat menyenangkan, tidur di hotel, jalan pagi di objek wisata yang masih sepi, mandi air es (saking dinginnya), berenang di pemandian air panas, mengotori badan dan muka dengan belerang hingga main sepeda air… Sekarang pun setiap ada teman dari luar kota selalu saya ajak main kesana, memang lebih tidak terawat, tapi toh tidak kehilangan daya tarik akan kesejukan dan kebersihan udaranya.

Baturaden menjadi lebih terkenal lagi semenjak tragedi putusnya jembatan gantung yang melintang di atas sungai bebatuan besar dan menelan korban jiwa. Masih teringat jelas saat saya, Agus, Lisa dan Lathif ke Baturaden dan jembatan gantung itu masih ada, kami bermain di atas jembatan tersebut dan meledek Lisa yang sedikit ketakutan saat melintasinya dengan menggoyang2kan jembatan tersebut, waktu itu tidak runtuh karena toh isinya hanya empat orang. Sekarang jembatan gantung itu telah diganti dengan jembatan beton yang pasti jauh lebih kuat, tapi mengurangi keunikan tempat wisata itu. Di bawah jembatan gantung ada air terjun yang tingginya antara 10 hingga 15 meter, disitu banyak remaja pria menawarkan jasa terjun dari tebing ke sungai berbatu dengan imbalan lima ribu rupiah sekali terjun dan setidaknya dua puluh ribu rupiah untuk sekali meluncur di tebing bersamaan dengan air terjun. Ada berbagai kisah pula di air terjun itu, nadzar seorang pria yang diterima di perguruan tinggi negeri, pembuktian seorang kekasih pada wanita pujaannya akan cintanya, ego seorang pria yang ditantang oleh rekannya, rasa penasaran pengunjung yang datang dari jauh, semua itu membuat mereka terjun tanpa mengharap bayaran. Lucunya adalah adegan ketika mereka akan terjun dan posisi jatuh yang beraneka ragam, ada yang berdoa dulu, melihat ke bawah lalu takut dan tiduran dulu di tebing, ada yang berteriak kencang, memejamkan mata dan walhasil posisi jatuh yang menyakitkan, punggung dulu yang membuat jadi merah perih, bahu dulu yang membuat terasa panas dan hancur serta berbagai ekspresi setelah terjun membuat saya tersenyum namun tidak pernah membuat saya berani untuk melakukannya. Kalau sekedar terjun di kolam renang sich ok, tapi di air terjun dengan tebing dan sungai berbatu, saya ucapkan beribu terima kasih dech.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: