Charles Darwin Psikolog Evolusi Pertama Di Dunia

18 04 2009

darwinCharles Darwin populer karena teori evolusinya. Sedikit orang tahu bahwa ia seorang psikolog. Padahal banyak referensi menunjukkan bahwa Darwin juga berkutat pada penelitian psikologi.

Ketika beberapa keturunan Charles Darwin bertemu, masih ada cerita tentang kekerabatan mereka yang terjadi beberapa tahun silam. Randal Keynes, cicit dari cucu Charles Darwin yang juga keturunan John Maynard Keynes, menulis sebuah kisah sejarah sosial intelektual mengenai pengalaman hidup Darwin (1842-1882) yang belum pernah dipublikasikan.

Dari Catatan Harian

Dalam tulisan tersebut, seperti diberitakan Scientific America, diceritakan perkawinan Charles dengan istrinya, Emma Wedgwood Darwin menghasilkan 10 orang anak, tetapi hanya bertahan tujuh orang. Seorang bayi perempuan, bayi laki-laki dan anak perempuan bernama Annie meninggal saat usia 10 tahun.

Menurut perkiraan Kaynes, Annie meninggal akibat tuberkolosis krinis. Keynes bahkan sempat menemukan tulisan tangan Annie, termasuk pinsil, perlengkapan tulisnya serta bundelan rambut anak perempuan itu. Tidak ketinggalan ditemukan juga catatan harian Darwin tentang kondisi Annie yang mengenaskan. Catatan ini sempat diterbitkan dalam edisi bahasa Inggris dengan judul “Annie’s Book.”

Terinspirasi oleh momen tersebut, Keynes merealisasikannya sebagai tulisan tentang “kehidupan Charles dan pengetahuan yang dihasilkannya.” Dilengkapi dengan kliping berita dari majalah Victorian, beberapa puisi kontemporer dan novel, surat-surat keluarga dan penjelasan dari orang yang masih hidup, Darwin berhasil mendapatkan program beasiswa.

Bahkan Darwin sendiri heran mengapa pandangannya tentang keluarga dan kehidupan menjadi terminologi evolusi. Ditambah dengan konklusi radikalnya yang mengatakan bahwa emosi paling dalam manusia berakar pada evolusi organisasi sosial primata.

Darwin juga berpendapat bahwa sesungguhnya manusia masih satu keturunan dengan binatang, meliputi tawon hingga bangsa kera. Mengenai hal ini, opini Darwin mengatakan, “tak bisa disangkal ada kebiasaan sama antara manusia dengan tawon. Perempuan tidak menikah cenderung bekerja keras demi karirnya, hal serupa ditemukan pada tawon betina yang sering membunuh saudara lelakinya demi mendapatkan pekerjaan. Dan induk tawon betina sering membunuh anaknya.”

Pandangan Darwin ini sering tidak bisa dimengerti oleh kebanyakan ahli lingkungan dan alam pada saat itu, kendati waktu itu dunia masih diliputi banyak wabah penyakit dan kematian.

“Saya melihat terlalu banyak penderitaan di dunia ini,” demikian tulis Darwin. Ia menjadi saksi atas pembunuhan suku Indian di Argentina dan kekerasan atas budak di Brazil. Ia juga menulis bagaimana tawon mengembangkan larva dalam katerpilar hidup. Ketika Annie meninggal secara perlahan, maka hal itu menjadi penderitaan Darwin yang paling dekat dengan kehidupan pribadinya.

Beberapa ilmuwan kontemporer melukiskan Darwin sebagai intelektual berhati dingin yang tidak mempunyai cinta dalam perjuangan hidupnya menuju eksistensi.

Keynes melukiskan Darwin sebagai orang dengan kehangatan emosi yang tidak biasa. Ketika Darwin berusaha mengekspresikan perasaannya atas sakit yang dialami anaknya, Francis, Darwin justru menunjukkan rasa simpati itu berupa penelitian dan observasi seputar penyakit anaknya.

Untuk menenangkan sahabat dekatnya, Sir Joseph Hooker yang jatuh sakit, Darwin membuat lukisan tentang Annie dengan tulisan, “lebih banyak cinta, lebih banyak percobaan, dan hidup tanpa cinta tidak ubahnya dengan padang pasir yang kacau balau.”

Psikologi Evolusi

Sebagai seorang psikolog evolusi pertama di dunia, Darwin telah membuat gebrakan dengan penelitiannya tentang asal-usul perilaku manusia dalam sejarah spesies mamalia. Pada bukunya, “On the Origin of Species” (1859), Darwin meramalkan bahwa psikologi akan menjadi sebuah ilmu pengetahuan dasar baru. Pernyataan ini dikuatkan kembali dalam bukunya yang berjudul “The Espression of The Emotion” tahun 1872.

Dengan membandingkan perilaku anjing, kucing, monyet, orangutan sampai dengan bayi dan masyarakat pedalaman di seluruh dunia, Darwin berpendapat bahwa perhatian, rasa simpati, kasih sayang orang tua, moralitas dan kesadaran agama secara gradual berkembang serupa dengan sifat dasar primata. Sementara hasrat berbuat jahat dan perilaku kekerasan diadaptasi dari nenek moyang babon.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: