Salah satu tahapan dalam seleksi adalah FGD (focus group discussion) atau lebih dikenal dengan Dinamika Kelompok, dimana dalam Dinamika Kelompok di bentuk kelompok kecil berkisar 4 s.d 9 orang (umumnya) & diberi satu kasus u/ dipecahkan bersama. FGD scr sederhana dpt didefinisikan sebagai suatu diskusi yg dilakukan secara sistematis dan terarah atas suatu isu atau masalah tertentu. Meski sebuah diskusi, FGD tidaklah sama dengan pembicaraan beberapa orang di kedai kopi. FGD bukan kumpul bbrp orang u/ m’bicarakan suatu hal. Meski terlihat sederhana, menyelenggarakan suatu FGD butuh kemampuan dan keahlian. Ada prosedur dan standar tertentu yang harus diikuti agar hasilnya benar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Setiap group biasanya dimonitor oleh 1 / 2 org penilai / panitia u/ melihat keaktifan/kemampuan komunikasi masing2 peserta. akan dinilai kemampuan individu dan/atau kemampuan bekerjasama dlm tim mulai dr memilih ketua kelompok, metode pemecahan masalah, pembagian waktu masing2 peserta utk berargumen, debat singkat, hingga summary solusi yg akan disampaikan ke penilai.
Yang akan dinilai dalam DISKUSI/DINAMIKA KELOMPOK adalah :
- Coaching (bagaimana kita memberikan pengarahan)
- Comunicating
- Problem Solving (cari lebih dr 1 alternatif pemecahan masalah beserta tahapannya)
- Decision Making (dari beberapa problem solving di atas dengan teori pengambilan keputusan itu lebih bagus misalnya berupa apa nilai lebih kita dibandingkan perusahaan kompetitor untuk mengatasi masalah tersebut, apa kelemahan kita/tim, berapa persen kesempatan/peluang yang kita punya, apa saja tantangannya/ hambatan yg akan muncul.
- Impact (baik postif maupun negatif yang akan terjadi apabila keputusan sudah dijalankan)
- Initiating Action
- Planning and Organizing.
Dlm berdiskusi harus berdasarkan kpd hal2 tsbt di atas & tidak harus terlihat poin2 sperti menghafal teori atau seperti kuliah. Biarkan pembicaraan mengalir & kriteria di atas yg jadi penilaian sehingga pembicaraan dan pendapat yg dikemukakan t’lihat sistematis, mudah dipahami & terstruktur/ tidak loncat2. kemampuan komunikasi/berargumen dan problem solving menjadi penekanan dengan dibuatnya tahapan test FGD (focus group discussion).
Dlm FGD ga da aturn baku..jadilah diri sndr, ga usah tll memaksa agar t’lihat aktif/sering ngomong padahal isi argumen ga nyambung. lebih baik bicara singkat, padat dan jelas, tp jangan pula tll diam (pasif). saling m’beri kesempatan pd peserta lain utk mengajukan argumen (team work). Semua anggota diberi kesempatan bicara/menyampaikan argumen (jgn sampai ada yg diam sama sekali), trus dr semua argumen yg ada bisa disummary m’jadi satu solusi buat studi kasus yg diberikan.








lanjutkan…