Tradisi Nikah Anak Perempuan Pertama Di Banyumas

16 04 2009

BEGALAN“, yang arti dalam Bahasa Indonesia adalah perampokan, merupakan salah satu tradisi di upacara pernikahan bagi anak perempuan pertama di Banyumas. Sayangnya tradisi ini udah terancam punah dengan maraknya pernikahan gaya modern, standing party, yang acapkali diselenggarakan di gedung mewah di sekitaran Banyumas. Aneh memang, perampokan kok dijadikan upacara adat, tapi jangan salah, seru lho!

Dalam begalan ada dua orang lelaki yang bermain, satu sebagai perampok dan satu lagi sebagai utusan mempelai pria yang membawa beraneka perlengkapan dapur dan rumah beserta isinya dalam sebuah pikulan (tau pikulan gak? itu lho, yg biasa dipakai ma tukang jualan kerak telor atau pisang, yg make dua kranjang di gantungin di sebilah bambu yg diangkat di bahu). Ceritanya sang utusan akan membawa barang pemberian dari mempelai pria sebagai simbol bahwa sang pria sebagai kepala rumah tangga akan dapat memenuhi kewajibannya untuk menafkahi mempelai wanita dan mengisi rumah dengan perabot yang dibutuhkan serta membuat dapur mengepul. Dalam perjalanannya, sang utusan bertemu dengan seorang perampok yang merupakan penduduk yang tinggal satu daerah dengan mempelai wanita. Saat bertemu inilah perkelaian terjadi, diawali dengan adu mulut dimana saling berbalas pantun dalam Bahasa Jawa dengan logat ngapak kemudian sang perampok menanyakan makna dari masing-masing barang yang dibawa di pikulan sang utusan, sang utusan harus bisa menjawab setiap makna dari barang yang dibawa yang menandakan bahwa mempelai pria pandai karena mampu memerintah orang yang pandai pula.

Barang yang dibawa banyak macam dan rupa, sayangnya saya lupa ada apa saja disana, sepengetahuan saya tidak ada barang yang terbuat dari logam, semuanya dari kayu, bambu atau pun bagian pohon kelapa dan hasil kebun. Diantara bawaan itu ada seikat padi yang melambangkan kewajiban seorang suami untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarganya. Ada kipas bambu, gayung dari batok kelapa, sendok nasi dari kayu, tempat nasi dari bambu atau biasa disebut “cething”, satu kantong uang logam, setangkai petai, seikat sayur, celengan tanah liat, kendi tanah liat sebagai tempat air, dan masih banyak lagi.

Salah satu keinginan saya saat menikah nanti adalah mengadakan acara adat begalan ini karena saya sangat menyukainya, beruntung saya anak perempuan pertama dan mbah putri saya masih memegang teguh adat Banyumas. Jadi kalau mau melihat secara langsung penyelenggaran tradisi begalan ini datang saja pada saat pernikahan saya, tanggalnya menyusul ya… Siapkan uang sakunya dulu saja karena uang saku ditanggung masing-masing…


Aksi

Information

9 responses

16 04 2009
yahya ayyas

ribet amat nikahnya…

16 04 2009
ÑûGîÉ

hehehhehe….
ane kemaren nikahnya pake begalan
menyenangkan kok dan berkesan :lol: :lol: :lol:

16 04 2009
newbiedika

Ow gtU yia?

16 04 2009
kholilah

wah….tau begalan juga tho?
iyah..tradisi yang sampe sekarang masih berkembang….
salam kenal…

tiyang banyumas

16 04 2009
ÑûGîÉ

@kholilah
lam kenal juga :lol:

19 04 2009
sugiarno

Wih, seru … Jadi ingin melihat langsung … Salam.

22 04 2009
pepty

oh…gitu yah…kebetulan saya juga anak prmn pertama yg akan melaksanakan upacara adat banyumasan.tapi saya skr ada di bandung….

terimakasih yah….untuk informasinya…

maturnuwun….
pepty wong dukuhwaluh….

28 05 2009
mulyono

Syukur masih ada generasi kita masih nguri budaya kita….kalau bukan kita siapa lagi…masa wong lia negara sing nguri2 kue……kebetulan aku jadi pepmerhati cara begalan memang kaya kue koh……

6 05 2010
zhie

kayaknya q jn mw angkat ni jd bahan skripsi dwegh…menarik

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: